Tips Mencontek jitu saat UN

Well,karena nggak ada judul lain yang paling pas untuk postingan kali ini, terpaksa deh kita nyomot itu judul… Hihihih! Pasti pada penasaran kan bagi kita *akui aja*  seorang pelajar yang paling ngeri kalo guru kita bilang ‘Anak anak minggu depan ulangan…’. Bleps, bagi kamu-kamu yang memang punya predikat jenius sih nggak bakal ada komen, tapi bagi makhluk-makhluk yang merana karena takut sama ulangan *gue banget* pasti akan menjadi ketar-ketir. Kecemasan itulah yang bikin kita-kita sering panik, kepanikan itulah yang akhirnya mendesak kita untuk bikin jurus-jurus yang ngalahin semua jurus di dunia lain, yang tak lain dan tak bukan sodara-sodara… NYUSUN STRATEGI CARA NYONTEK!! 

Mmph.. Hayo, mari sekarang ngaku… siapa gerangan teman-teman yang masih sering ngelakuin hal kayak gitu?? Its okay dan wajar-wajar aja, tapi nih… asal tahu aja, kalau ada yang mau tahu tips nyontek yang paling jitu adalah sebagai berikut…

1. Mencontek doa
Nah, nggak akan pernah ada yang tahu bahwa mencontek doa itu justru lebih ampuh ketimbang nyontek yang lainnya. Doanya nggak usah repot and ribet, yang mudah-mudah aja. Misalnya aja nih, untuk kamu yang beragama Islam, kalau nggak tahu doa untuk diberi kemudahan dalam bahasa Arab, ya mending pake bahasa Indonesia aja. Ya Allah, sesungguhnya hamba bukanlah manusia yang paling sempurna karena tidak pernah luput dari dosa, kelalaian dan kesalahan maka mudahkanlah hamba dalam mengerjakan tugas hamba saat ini. Kan nggak ada larangan tuh selama ulangan baca doa. Awali dengan basmalah dan akhiri dengan hamdalah. Doa di atas hanya sebagai contoh, kalian tentunya bisa berdoa yang lain untuk diberi kemudahan. Niscaya deh, asal kalian udah belajar dengan cukup dan mencontek doa pasti akan diberi kemudahan. Tapi bukan berarti kalian selama ulangan malah sibuk berdoa, ini sih namanya bunuh diri! Atau lebih parahnya, bukannya belajar dengan baik sebelum ulangan malah sibuk ngapalin doa sampai lupa belajar, namanya sih nggak ada usaha dong!

2. Menconteklah pada diri sendiri
Udah dikasih otak, masih ngejiplak punya orang lain. Harusnya kalian yang suka mengeksekusi (halah bahasanya!) temennya saat ulangan sadar bahwa kamu masih memiliki satu harddisk yang kapasitasnya ber-tetra gygabite itu. Otak mampu merekam dengan baik jika selalu dipakai, kayak harddisk komputer yang sering dipakai itu kan nggak bakal karatan. Tapi jangan terlalu keras dalam memakai otak, hasilnya malah bisa mledug tuh kepala. Kayak harddisk yang kalo komputerna dipake terus kan pasti bakalan kepanasan, gerah deh jadina.. Mencontek pada diri sendiri kan nggak ada yang ngelarang tuh.. Ya iyalah! Kan mikir sendiri! Eits, nggak ada salahnya dong! Mencontek pada diri sendiri artinya adalah mencontek apa yang ada di otak kita. Dan kalian jangan salah mengartikan, entar mencontek pada diri sendiri dikirain nempelin contekan ke bagian tubuh kita… ya enggak lah, mencontek pada diri sendiri tuh bener-bener kita berusaha ngerjain sendiri itu ulangan kayak kalo kita makan permen karet. Kan nggak mungkin tuh kita bagi-bagi ma orang lain; mudahnya kayak gitu.
Sebenarnya yang bikin susah untuk ngelakuin ini adalah confidence yang kurang pada diri kita, kita cenderung berpikir Ah, nggak mungkin aku bisa. Materi aja nggak masuk.. padahal salah besar! Ulangan itu sebenarnya ya mengulang (ya iyalah! Kalo enggak bukan ulangan dong namanya, tapi besokan). Kalo kamu nggak paham sama materi yang diterangin sama guru (wah kasihan banget tuh guru, udah capek-capek nerangin malah nggak ada yang mudeng) usahain kamu mencatat segala hal yang udah dikasih tahu. Itu sangat berguna untuk kelangsungan hidup kamu dalam ulangan. Nggak bisa bayangin deh kalo materi udah nggak nangkep… eh nggak punya catetan, buku apalagi penunjang lainnya! Kawin aja sana.. itu namanya udah nggak punya niat buat sekolah dong! Tapi aku yakin deh, PASTI kita para pelajar nggak ada yang kayak gitu. Tujuan pelajar ya belajar, lulus, sukses,dan kerja… Masak ada pelajar ke sekolah buat cari mempelai terus dikawinin. Impossible kan?

Loh kok sampe masalah kawin-kawin sih! Ouch! Out of topic! 

Yah, kembali ke masalah. Membangkitkan rasa kepercayaan diri sebelum ulangan adalah penting. Setelah confidence itu terbangun, kita pasti akan lebih optimis. Yakinin aja pada diri kalian sendiri bahwa apa yang akan terjadi adalah yang terbaek. Apa pun hasilnya yang penting kita udah usaha. Hmph! Sedikit curhat, aku pernah nih ulangan dapet hasil jeblok. Aku misah misuh dan bergonor ria, pokoknya perasaan nggak karuan. Aku ngerasa nggak adil, bahkan sampai iri sama orang lain segala. Tapi aku langsung tersentak sambil merenung, iya ya, waktu itu aku kurang yakin sama diri sendiri, aku jadi nggak konsen mempersiapkan diri. Aku jadi kembali merenung, oh iya ya. Ini kan hasil usaha aku, hasil terbaek yang aku dapetin. Meski jelek, seenggaknya aku udah berusaha dan dapet hasil daripada yang berusaha dengan jalan curang dan dapet hasil yang memuaskan, sebab menurut aku itu adalah usaha dan hasil yang palsu. Yang namanya kepalsuan, mau nilainya sembilan puluh, seratus atau seratus sepuluh, tetep aja kalah sama yang nilainya empat puluh, tiga puluh, bahkan sepuluh. Karena apa? Palsu kan nilainya kosong dan bahkan nggak pantes untuk dibilang bernilai 0 (nol) karena palsu ya artinya dia nggak tahu apa-apa. Dibandingin sama yang punya nilai dua puluh misalnya, dia kalah, karena dia nggak punya pemahaman sebanyak orang yang punya nilai dua puluh. Nah, lo! Malu nggak tuh! 
Sebenarnya aku nggak mau muna alias munafik, soalnya aku sendiri juga kadang nyontek kadang enggak. Saat kepepet, aku pasti nyontek karena aku cemas hasil yang aku dapetin bakal menjerumuskan aku pada liang kematian remidial. Itu udah semacam jadi momok buatku. Nah, aku yakin alasan yang sama pun akan terlontar dari kalian, bahwa saya mencontek karena saya kepepet.
Hm! Kemarin-kemarin ini gue kejeblos kedalam liang kematian remidi, karena saking kesalnya, gue melampiaskannya dengan mencontek saat remidi. Tapi ternyata yang terjadi adalah justru soal remidinya bisa kukerjain dan hanya satu soal saja yang kucontek dari buku itu pun karena aku cuma memastikan jawaban yang udah aku tulis. Nah lo! Langsung aku terkesiap dan baru benar-benar sadar, bahwa remidi memang dimaksudkan agar kita bisa melakukan pengayaan terhadap hasil kemarin dan diperbaiki lagi. Yak! Itulah remidi! Ck.. ck.. ck.. aku sampai tertegun dan menyadari bahwa selama ini aku takut dan malu untuk remidi. Padahal remidi itu fungsinya untuk memperbaiki nilai, kenapa harus malu dan takut?
Ini yang makin menyadarkanku untuk ngebangunin rasa percaya diri.
Tapi dengan pemahaman kayak gitu, bukan berarti kita ulangan terus niatnya remidi. Itu namanya juga nggak ada usaha..

Nah! Itulah dua tips cara mencontek yang paliiiing jitu! Yak, hasil contekan kalian tidak akan ketahuan sama pengawas dan yang jelas, kepuasan pada diri sendiri akan lebih meningkat karena kalian jadi ahli mencontek. Hahaha! Just kidding, mencontek dalam arti positif kan sah-sah saja, ya nggak? Wuih! Sekiranya sutra cukup, pegel nih ngetik mulu.. Komen aja postingan ini jika kalian ada masalah dan ada yang mau kritik. Niscaya deh, ada gula ada semut, ada troble, ada solusi! OK! Ciao!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s